Selasa, 25 November 2014

konduclove between the turtles

Cinta Kura - kura

Sejatinya cinta kura – kura tak seperti cinta romantis romeo and juliet yang bisa buat hati menggelupur kelepek – kelepek kayak orang yang kenak serangan tanjung. Sejatinya cinta kura – kura juga tak seperti cinta kura – kura dalam film heart, kisah cinta farel dan rahel dari anak – anak sampai dewasa.
Cinta kura – kura yang ada di kampus hijau ini adalah sebuah anugerah dari Allah Sang pencipta. Karena kami adalah makhluk made in Allah sama seperti binatang yang bertempurung itu, Sekenarionya yang menyatukan kami ditempat ini. Kami adalah kura – kura yang berbeda dari lainnya. Begitu banyak insan yang duduk di bangku perkuliahan ini sibuk dengan urusannya masing – masing, demi merenggut nilai tanpa harap ada teman. Atau mungkin hanya bangga disebut mahasiswa tanpa tahu hakikat dirinya ada di perguruan tinggi ini, bisa jadi lagi banyak mahasiswa abadi yang ingin dirinya menjadi mahasiswa seumur hidup, hanya datang ke kampus duduk, mendengar dosen terus pulang tanpa mengerjakan apapun. Ini mungkin yang menjadi perbedaan kami diantara yang lain dan kami tak ingin mencantumkan diri ke dalam lingkaran terjal itu. Kami, kura – kura yang mempunyai misi sebagai pencerdas bangsa.

Tas ransel layaknya tempurung kura – kura berisi perlengkapan penuntut ilmu dan ibadah. Begitulah disebut kura – kura, bukan karena mahasiswa cupu, tetapi memang begitu kenyataan dari tas yang selalu kami bawa kemana – mana. Kura – kura mampu bertahan dengan tempurungnya, seperti halnya kami yang selalu menjadikan tas sebagai rumah barang yang bisa membantu kami menjalani hidup seharian di kampus. Kami selalu berkumpul mengecas ilmu dan semangat kami. Canda tawa mengukir wajah muda, mengubah kericuhan dan kekesalan menjadi sebuah kebahagiaan. Walaupun badai privasi dan tugas melanda dunia persholatan. Kami tetap bertahan menghantarkan cinta kepada Allah Yang Maha Kuasa. Ini adalah fitrah cinta yang selalu dijaga, kami selalu membangun cinta padaNya. Menuntut ilmu dan menegakkan tiang Agama. Bersikap ramah kepada orang lain, bermanfaat untuk seluruh insan negeri. Hablum minallah wa hablum minannaas. Bak saudara seiya sekata, canda itu tetap menghias raut wajah, senyuman ibadah selalu terpancar indah, menjadi muslimah sholehah yang merindukan surga. bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar