Cinta Kura - kura
Cinta kura – kura yang ada di
kampus hijau ini adalah sebuah anugerah dari Allah Sang pencipta. Karena kami
adalah makhluk made in Allah sama seperti binatang yang bertempurung itu,
Sekenarionya yang menyatukan kami ditempat ini. Kami adalah kura – kura yang
berbeda dari lainnya. Begitu banyak insan yang duduk di bangku perkuliahan ini
sibuk dengan urusannya masing – masing, demi merenggut nilai tanpa harap ada
teman. Atau mungkin hanya bangga disebut mahasiswa tanpa tahu hakikat dirinya
ada di perguruan tinggi ini, bisa jadi lagi banyak mahasiswa abadi yang ingin
dirinya menjadi mahasiswa seumur hidup, hanya datang ke kampus duduk, mendengar
dosen terus pulang tanpa mengerjakan apapun. Ini mungkin yang menjadi perbedaan
kami diantara yang lain dan kami tak ingin mencantumkan diri ke dalam lingkaran
terjal itu. Kami, kura – kura yang mempunyai misi sebagai pencerdas bangsa.
Tas ransel layaknya tempurung
kura – kura berisi perlengkapan penuntut ilmu dan ibadah. Begitulah disebut
kura – kura, bukan karena mahasiswa cupu, tetapi memang begitu kenyataan dari
tas yang selalu kami bawa kemana – mana. Kura – kura mampu bertahan dengan
tempurungnya, seperti halnya kami yang selalu menjadikan tas sebagai rumah
barang yang bisa membantu kami menjalani hidup seharian di kampus. Kami selalu berkumpul
mengecas ilmu dan semangat kami. Canda tawa mengukir wajah muda, mengubah
kericuhan dan kekesalan menjadi sebuah kebahagiaan. Walaupun badai privasi dan
tugas melanda dunia persholatan. Kami tetap bertahan menghantarkan cinta kepada
Allah Yang Maha Kuasa. Ini adalah fitrah cinta yang selalu dijaga, kami selalu membangun cinta padaNya. Menuntut ilmu dan menegakkan tiang Agama. Bersikap
ramah kepada orang lain, bermanfaat untuk seluruh insan negeri. Hablum minallah
wa hablum minannaas. Bak saudara seiya sekata, canda itu tetap menghias raut
wajah, senyuman ibadah selalu terpancar indah, menjadi muslimah sholehah yang
merindukan surga. bersambung...



