My
pen
Baru saja aku ingin memulai tuk merebahkan
tubuh pena menghampiri ku dan berbisik “kamu ini aku ingin bermain denganmu” ia
menghipnotisku untuk ikut kata-katanya tubuh berontak ia lelah seharian bermain
ia ingin mendekap dinginnya ruang kamar dengan iringin suara-suara ringan yang
akan membawa tubuh menikmati nyamannya bila berdua dengan kasur, pena memaksa
ia ingin membawaku terbang bebas masuki dunia bermain kami “pena tolong jangan
paksa aku” hari ini dunia sudah mengajakku bermain aku lelah.
pena meyakinkanku bahwa ia punya tempat
baru untuk kami lewati namun tubuh tak ingin aku pergi ia teguh untuk berduaan
dengan kasur, aku bimbang keduanya butuh aku “pena hari esok adalah hari
terbaik kita jadi bersabarlah” pena sangat terpukul mendengar ucapanku bagai
sebatang rokok yang terputus jelas tidak enak untuk dihisap aku tak tega
melihat sahabatku menangis sendiri diujung meja belajar, tubuh bereaksi ia
menarikku untuk menghibur pena. Aku mendekatinya, aku rangkul dia kami terbang
bebas diatas secarik kertas putih.
from zahid...
from zahid...