Minggu, 06 Oktober 2013

goresan pena


My pen
Baru saja aku ingin memulai tuk merebahkan tubuh pena menghampiri ku dan berbisik “kamu ini aku ingin bermain denganmu” ia menghipnotisku untuk ikut kata-katanya tubuh berontak ia lelah seharian bermain ia ingin mendekap dinginnya ruang kamar dengan iringin suara-suara ringan yang akan membawa tubuh menikmati nyamannya bila berdua dengan kasur, pena memaksa ia ingin membawaku terbang bebas masuki dunia bermain kami “pena tolong jangan paksa aku” hari ini dunia sudah mengajakku bermain aku lelah.
pena meyakinkanku bahwa ia punya tempat baru untuk kami lewati namun tubuh tak ingin aku pergi ia teguh untuk berduaan dengan kasur, aku bimbang keduanya butuh aku “pena hari esok adalah hari terbaik kita jadi bersabarlah” pena sangat terpukul mendengar ucapanku bagai sebatang rokok yang terputus jelas tidak enak untuk dihisap aku tak tega melihat sahabatku menangis sendiri diujung meja belajar, tubuh bereaksi ia menarikku untuk menghibur pena. Aku mendekatinya, aku rangkul dia kami terbang bebas diatas secarik kertas putih.

from zahid...